Showing posts with label Doa. Show all posts
Showing posts with label Doa. Show all posts

DOA SELAMAT


DOA SELAMAT
doa_selamat1.gif (4855 bytes)
Ya Allah, kami memohon kepadaMu kebaikan sama ada yang kami telah tahu atau yang belum kami ketahui, kurniakan kami nikmat dan rahmat yang berpanjangan, tubuh badan yang sihat, akal fikiran yangs ejahtera, semangat yang membara bagi mempertingkatkan kualiti kerja.
Ya Allah, kami mohon perlindunganMu dari segala keburukan, hasad dengki dan iri hati, sama ada kami telah tahu atau yang belum kami ketahui, ya Allah, lembutkan dan satukanlah jiwa-jiwa hambaMu ini, agar wujud kesepakatan dan kesefahaman antara kami, bagi menunaikan tugas yang diamanahkan, dengan lebih berkesan, meneruskan khidmat bakti kepada agama, bangsa dan negara.
doa_selamat2.gif (2955 bytes)

PRAYER FOR ASSISTANCE IN ANY SITUATION

PRAYER FOR ASSISTANCE IN ANY SITUATION
1. First read any DAROOD 11 times.
2. Then read the following prayer 11 times or 41 times or 101 times or 111 times.
3. Then end with recitation of the DAROOD 11 times.
Ask Allah to send the HADIYA (Reward) for the DAROOD to Nabi Muhammad . Then ask Allah Subhana wa Ta Ala for assistance. INSHA ALLAH.
BISMILLAH HIR RAHMAN NIR RAHEEM
YA GHEYAS AL MUSTAGHEE SEENA AGHISNEE
WA YA NASIR AL MAZLUMEENA UNSUR NEE
HOME

Tata cara, tempat, dan waktu yang baik untuk berdoa


"Dan Tuhanmu berkata ,Berdo'alah kamu kepada-Ku, Pasti akan kuperkenankan permintaanmu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina-dina" (Q.S. Al Mu'min : 60).

Pengertian berdo'a adalah memohon atau meminta pertolongan kepada Allah SWT, tetapi bukan berarti hanya orang yang terkena musibah saja yang layak memanjatkan do'a. Sebagai seorang Muslim kita layak berdo'a walaupun kita dalam keadaan sehat. Do'a merupakan unsur yang palin esensial dalam ibadah. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw "Do'a itu ibadah" (H.R. Abu Daud, Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah). "Tiada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah, selain dari berdo'a kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang"(H.R. Al Hakim). Didalam berdo'a ada tata cara. waktu dan tempat berdo'a.


1. Tata cara berdo'a
1. Menghadap Kiblat

Hal ini berdasarkan sebuah hadis "Rasulullah datang ketempat wuquf diArafah dan ia menghadap kiblat lalu terus menerus berdo'a sehingga tenggelam matahari"


2. Membaca Hamdalah atau pujian, Istighfar dan membaca Shalawat

Salah seorang Sahabat Nabi berkata : "Ketika Nabi Muhammad saw duduk dimesjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat. Setelah selesai ia membaca doa,'Allahummaghfirlii warhamnii'. Maka waktu itu Rasulullah pun berkata, wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika kau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah. Karena dia yang memiliki pujian itu, lalu kau baca shalawat kepadaku kemudian baru berdo'a .Kemudian datang seorang yang lain setelah shalat ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw. dan setelah itu Nabi bersabda, Berdo'alah akan dipenuhi."


3. Dengan suara lembut dan rasa takut

Sebagaimana Firman Allah SWT yang berbunyi, "Berserulah (Berdo'a) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah engkau berbuat kerusakan dibumi sesudah (Allah SWT ) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (Q.S. Al A'raf : 55-56)


4. Yakin akan dipenuhi

Didalam berdoa kita harus yakin dan berprasangka baik kepada Allah, seperti hadis berikut ini : "Sesungguhnya Alla 'Azza wa Jalla berfirman : Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apa bila ia berdoa kepada-Ku".


2. Waktu yang paling baik
1. Antara azan dan Iqamat.
2. Menjelang waktu shalat dan sesudahnya.
3. Waktu sepertiga malam yang terakhir.
4. Sepanjang hari jum'at
5. Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib
6. Ketika Khatam membaca Al-Qur'an
7. Ketika Turun hujan.
8. Ketika melakukan Tawaf.
9. Ketika menghadapi musuh dimedan perang.


3. Tempat-tempat yang baik untuk berdo'a
1. Didepan dan didalam Kabah.
2. Dimasjid Rasulullah saw.
3. Di belakang makam Nabi Ibrahim as.
4. Diatas bukit Safa dan Marwah.
5. Di Arafah, di Muzalifah, di Mina dan disisi jamarat yang tiga.
6. Di tempat-tempat yang mulia lainnya seperti Masjid atau Mushalla.

The Power of Doa by Khalid Baig

The dua can change our life, our outlook, and our fate. It is the most potent weapon of a believer.
Once Prophet Muhammad Sall-Allahu alayhi wa sallam passed by a people who were suffering from some affliction. "Why don't they make dua (pray ) to Allah for protection," he said. With all the suffering and disasters Muslims are facing in various parts of the world, the question can be directed to all of us today.
It is not that we have forgotten dua completely; we refer to it regularly. But, our ideas and practice regarding dua have become distorted. Often it is reduced to the level of a ritual. Generally it is considered when all our efforts have failed --- an act of last resort. It is belittled through actions and sometimes even with words. Is it any wonder that today mostly a mention of dua is meant to indicate the hopelessness of a situation.
What a tragedy, for dua is the most potent weapon of a believer. It can change fate, while no action of ours ever can. It is the essence of ibadah or worship. With it we can never fail; without it we can never succeed. In the proper scheme of things, dua should be the first and the last resort of the believer, with all his plans and actions coming in between.
Dua is conversation with Allah, our Creator, our Lord and Master, the All Knowing, the All Powerful. This act in itself is of extraordinary significance. It is the most uplifting, liberating, empowering, and transforming conversation a person can ever have. We turn to Him because we know that He alone can lift our sufferings and solve our problems. We feel relieved after describing our difficulties to our Creator. We feel empowered after having communicated with the All Mighty. We sense His mercy all around us after talking to the Most Merciful. We get a new commitment to follow His path for that is the only path for success. We feel blessed with each such commitment
In every difficulty our first action is dua, as is our last. We ask Allah to show us the way to handle that difficulty; we seek His help in following the path He shows to us; we seek His aid in making our efforts successful. When we fall sick, we know that we cannot find the right doctor without His Will; that the best doctor may not be able to diagnose our condition without His Command; that the best treatment plan will not succeed without His Permission. We make dua for all of these. We make dua before we seek medical help, while we are receiving it and after it has been delivered. The same is true of all other difficulties we may encounter.
Dua is the essence of ibadah. A person engaged in dua affirms his belief in Tawheed (monotheism) and shuns belief in all false gods. With each dua his belief in Allah grows. He beseeches Him, affirming his own powerlessness. A person seriously and sincerely engaged in dua understands exactly the relationship between himself and the Creator and affirms it through his actions. That is the essence of worship! Additionally, such a person can never become arrogant or proud, a logical result of true worship.
Dua is conversation with Allah … It is the most uplifting, liberating, empowering, and transforming conversation a person can ever have.
Dua is our most potent weapon in all struggles of life as well as in jihad in the battlefield. During the battle of Badr, the Prophet Muhammad Sall-Allahu alayhi wa sallam stood up all night in prayer seeking Allah's help in the battle between unequal armies that would follow the next day. In the decisive battles against the crusaders, Sultan Salatuddin Ayyubi was busy day and night. His days were devoted to Jihad. His nights were spent making dua, crying, seeking Allah's help. This has been the practice of all true mujahideen.
We should make it a point to make dua for all things big and small. It is the beginning of wisdom to realize that big and small are arbitrary labels that are totally irrelevant in this context. Nothing is too big for Whom we are asking from; nothing is too small for the one who is asking. That is why we have been taught to ask Allah when we need something as small as shoelaces. We should ask as a beggar, as a destitute person, for that is what we in reality are in relationship to Allah. At the same time we should ask with great hope and conviction that we shall be granted our prayers. We should remember the Hadith: "There is nothing more dear to Allah than a servant making dua to Him." On the other hand, a prayer lacking concentration and conviction is no prayer at all.
We should make dua at all times, not only during times of distress. The Prophet Muhammad Sall-Allahu alayhi wa sallam said: "Whosoever desires that Allah answers his duas in unfavorable and difficult conditions, he should make plentiful dua in days of ease and comfort." Also he said: "The person who does not ask from Allah, Allah becomes angry with him."
We should ask for all of our needs: those related to this world as well as those related to the Hereafter. Those who only concentrate on the former are, in effect, announcing that they don't care for their life in the permanent abode. They should blame no body but themselves for the total ruin in that world that Qur'an assures us awaits them. Those who only concentrate on the later are also showing lack of balance, for we need Allah's help to lead a good life here as well.
We should make dua not only for ourselves but also for our parents, brothers and sisters, spouses and children, relatives and friends, teachers and other benefactors, and destitute and struggling Muslims everywhere. We should pray for them for the good in this world as well as in the Hereafter. The Prophet Sall-Allahu alayhi wa sallam said: "The dua of a Muslim for his brother (in Islam) in his absence is readily accepted. An angel is appointed to his side. Whenever he makes a beneficial dua for his brother the appointed angel says, 'Aameen. And may you also be blessed with the same.'" [Sahih Muslim]
In the dark ages that we are living in today, everyday brings fresh news about atrocities committed against our brothers in Palestine, Kashmir, India, Afghanistan, Iraq, Chechnya, and the list goes on. And what do we do? We can continue to just feel frustrated and depressed. We can petition the determined perpetrators or a fictional "International Community". We can just forget all this and move on to some other subject. Or we can stand up before Allah and pray for His help, who alone can help. The dua can change our life, our outlook, and our fate. It is the most potent weapon. But it works only for those who try sincerely and seriously to use it.
Reference url: http://www.albalagh.net/food_for_thought/dua_power.shtml

PRAYER FOR ASSISTANCE IN ANY SITUATION

PRAYER FOR ASSISTANCE IN ANY SITUATION
1. First read any DAROOD 11 times.
2. Then read the following prayer 11 times or 41 times or 101 times or 111 times.
3. Then end with recitation of the DAROOD 11 times.
Ask Allah to send the HADIYA (Reward) for the DAROOD to Nabi Muhammad . Then ask Allah Subhana wa Ta Ala for assistance. INSHA ALLAH.
BISMILLAH HIR RAHMAN NIR RAHEEM
YA GHEYAS AL MUSTAGHEE SEENA AGHISNEE
WA YA NASIR AL MAZLUMEENA UNSUR NEE
HOME

QURANIC SPIRITUAL HEALING

IN THE NAME OF ALLAH

THE MERCIFUL THE COMPASSIONATE

WA NUNAZ ZILU MIN AL QURANI MA HUWA SHIFAA UN WA RAHMATUL LIL MOOMINEENA WA LA YA ZEEDUZ ZALIMEENA ILLA KHASARA(N)
We sent down in the Quran that which is a healing and a mercy to those who believe: to the unjust it causes nothing but loss after loss
[QURAN: Bani Israeel - Chapter 17 Verse 82]

WELCOME TO THE

QURANIC SPSIRITUAL HEALING

by
PROF. A. H. GHOURI

DUA, DAWA and TAWAKAL ALLAH

(SUPPLICATION, MEDICINE and RELIANCE on ALLAH)

Allah Subhana wa Taala has created a cure for every illness. The medicine will only work as long as it is Allah's will. If it is not Allah's will that a person should get better, then no medicine in the world will heal that person. Therefore never think that it is the medicine that has cured the person. It is Allah who cures the sick. If Allah wills that a patient be cured, then He will command the medicine to work. If need be Allah can even command dust to act as medicinal cure. At the same time Allah can command the most expensive and best medicine not to work. It is the command of Allah for a patient to seek for a medicinal cure.
Those who rely totally on Allah and do not seek a cure no evil thought will enter their minds. They will constantly be thanking, praising and glorifying Allah. For them it is permitted not to seek medicinal cure. But our Nabi Kareem Muhammad has sought medicinal cure and informed us of medicinal cures. Muhammad did this to set an example for his ummat (community) to follow. For this reason we should seek a cure. We should also be patient and thankful and believe that Allah loves us dearly even more than a mother loves her baby.
Whatever Allah does, it is for our benefit. Whenever we are ill our sins decrease. When we are patient our status in the hereafter increases and disasters are averted from us. All egotistic feelings are reduced. In patience we become humble. Those of us who were big headed become helpless in every way. In health and fitness we are heedless and reckless. In sickness we realise our mistakes and count our blessings.
For Muslims, an illness is a great blessing and reward from Allah. But in this illness there is also a great trial for us. We should be thankful to Allah in all conditions especially in sickness. We should be patient and happy with whatever Allah has written for us. We should never become disheartened and utter anything which we may regret later. Allah forbid that we should start saying "Am I the only person Allah could find to make ill?", "I am cursed with bad luck!", and other words to these effect. With such words a believer keeps losing his faith in Allah.
Reflect on the previous lines. The patient has suffered an illness and lost all the reward for it. Spent lots of money on medicine and did not get cured. Lost the belief by uttering unlawful words with the tongue. Lost everything in this world. If, Allah forbid, the patient does not repent and dies, then the patient has died as a non believer. That person will have lost entire life's worship in a moment of desperation and he or she will lose everything in the next world. May Allah save us from making such mistakes and losing our faith.
Now, consider if we make a little effort and strengthen our heart and mind and resign to the fact that if this is what pleases Allah we are willing to sacrifice our lives. If we show patience and do not utter any unlawful words and then die in this condition, imagine the reward that Allah will bestow on his servants who sacrificed their life relying on Him. If on the other hand we get better and regain our health and fitness, we also gain an immense reward and status from Allah. We have maintained our faith and gained in this world and in the hereafter.
For this reason with dawa (medicine), dua (prayer / zikr) is also essential so that Allah Subhana wa Taala cures through the hand of Hakeem (doctor) so that both Hakeem and patient both receive their rewards from Allah. Both the Hakeem and patient must be firm in their faith in Allah so that Allah may cure the sick. And in the hereafter both the Hakeem and patient shall be in the light of faith Insha Allah.
1. PRAYER FOR ASSISTANCE
2. PRAYER FOR MAKING PROGRESS
3. PRAYER FOR MEETING KHIDR (ALAHI SALAAM)
4. PRAYER FOR CURING ANY FORM OF ADDICTION OR BAD HABIT
5. PRAYER FOR CALLING BACK 'RUNAWAY'
6. CURE FOR ALL KINDS OF SPELLS (BLACK OR WHITE MAGIC)
7. SPECIAL PRAYER (DUA)
8. PRAYER FOR MEETING THE HOLY PROPHET (SAL ALLAHU ALAHI WA SALLAM)
9. PRAYER TO READ AT LEAST ONCE IN A LIFETIME
ISLAMIC SPIRITUAL KNOWLEDGE ARTICLES
MIRAAJ - THE JOURNEY TO HEAVEN

Fazilat Fatihah



Sesiapa yang mengekalkan mambaca AlFathihah diantara sembahyang sunat subuh dengan Fardhu Subuh sebanyak 41 kali, makan fazilatnya ialah:
  • Meminta pangkat melainkan dapat.
  • Ia miskin melainkan kaya.
  • Ia berhutang melainkan dibayar Allah akan hutangnya
  • Ia sakit melainkan disembuhkan Allah.
  • Ia lemah malainkan dikuatkan Allah.
  • Ia berdagang di negeri orang,melainkan dimuliakan, dikasihi dan sampai cita-cita.
Berkata beberapa ulama termasuk beberapa orang murid kepada al-Sheikh al-Tamimi menyatakan:

“Suatu masa penyakit Taun dan wabak telah menyerang negeri Maltan dengan dahsyatnya kerana itu beberapa bayak kematian telah berlaku di negeri itu pada setiap hari.”

“Lalu tuan Sheikh al-Tamimi meminta sahabat dan muridnya membaca Fatihah keatas sesiapa yang dihinggapi oleh penyakit Taun dan wabak tersebut.”

“Maka kami pun membaca dan meniupkannya ke atas orang sakit itu, seketika lamanya kami lihat orang sakit itu pun sembuh dang penyakitnya berkurangan.”

Begitulah Fazilatnya sesiapa yang membaca 41 kali Fathihah keatas seorang yang sakit setelah itu dihembuskan kepadanya, Insya Allah afiat

AIR FATHIHAH
Ibnu Abas r.a mennyatakan ,Saidina Hassa bin Ali r.a cucu kepada Rasulallah telah sakit. Rasulallh melihat cucunya sakit, mengambil air dan membacakan fatihah dan membacakan 40 kali dalam saru bekas, kemudain air itu disapukan ke muka, kepala dan dua belah tangan dan kaki serta perut dan mana-mana angota yang nyata. Dengan berkat fathihah itu sembuh lah penyakitnya.

Demikinalah, sesiapa sehaja yang mengidap sesuatu penyakit bacakanlah Fatihah sebanyak yang tersebut setelah itu bacakan serapah ini:

Ya Allah sembuhkanlah kerana Engkau Maha Penyembuh. Ya Allah lindugkan kerana Engkau Maha Pelindung. Ya Allah pulihkan kerana Engkau Maha Pemulih.

Diberi minum air Fatihah itu kepada orang yang mengidap penyakit dan sapukan ke mukanya serta ke serata tubuh badannya, inysaallah akan afiat.


MELEPASKAN DIRI DARI BELENGGU ATAU TERIKAT

Apabila sesaorang itu terikat atau terbelunggu, hendaklah dibacakan Fathihah 121 kali, kemudian dihembuskan keatas ikatan atau belenggu itu.

Insyaallah akan terurai ikatan atau belunggu tersebut dengan izin Allah terlepas.


FATIHAH SEBAGAI PENDINDING SEMASA TIDOR

Sesiapa membaca Fathihah sekali tatkala ia meletakkan kepalanya kerana hendak tidor,kemudian ia membaca
  • Qulhuallah 3 kali,
  • surah alFalaq sekali
  • surah anNas sekali
terselamat ia dari segala kejahatan dan mudharat serta menjadi dinding dari hantu syaitan dan segala makhluk yang akan merasuksemasa tidor.


FATIHAH SEBAGAI PENERANG HATI

Jika dibacakan Fatihah:
  • 70 kali sehari
  • selama 7 hari
pada suatu bekas yang berisi air kemudian dihembuskan kedalam air itu dan diberi minum kepada sesiapa yang kurang baik otaknya sama ada ia bebal, bodoh atau gelap hati.

Insyaallah akan dibukakan allah pintu hatinya dan diberikan kepadanya faham serta pengetahuan dan menjadi seorang pengingat.


FATIHAH UNTUK SAMPAI HAJAT

Sheikh Mahayudin bin Al Arabi Khadas-allah Serah berkata:

"Sesiapa ada hajat, hendaklah ia membaca Fathihah sebanyak 41 kali, selepas sembahyang maghrib, jangan ia bergerak dari tempat duduknya, hingga selesai membaca menurut bilangan yang tersebut."

Setelah itu bermohonlah ia kepada tuhan akan hajatnya, insyaallah akan di makhbulkan.


WIRID FATHIHAH

Sesiapa yang membaca alFathihah sebanyak 100 kali sehari pada tiap-tiap lepas sembahyang sebanyak 20 kali akan:
  • Dimurahkan allah rezkinya
  • Diperbaikki hal ehwalnya.
  • Dibersihkan hatinya.
  • Diangkat darjatnya.
  • Dimudahkan pekerjaannya.
  • Dilepaskan ia daripada dukacita
  • Dijauhkan dari mudharat.
  • Diberi ia kerajinan dan semangat.
  • Tidak keciwa.
  • Dijauh dari asutan syaitan.
  • Di ilham kepadanya kebajikan
FATIHAH - Untuk kembalikan pangkat.

Sesiapa yang di pecat dari pekerjaannya atau jatuh pangkat yang disandang olehnya dan sukakan ia kembali kepada pangkatnya, hendaklah ia membaca Fathihah sebanyak 41 kali diantara Sunat Subuh dan Fardhunya selama 40 hari.

Jangan kurang dari bilangan ini dan jangan putuskan ayat-ayat yang dibaca.

Insayallah kembalilah pangkatnya semula atau menyandang pangkat yang lebih tinggi, percayalah kepada khudrat Allah.


FATIHAH UNTUK MENDAPATKAN ZURIAT

Sesiapa yang mandul tidak mendapat anak selama ia berkahwin dan suka pula hendak mendapat zuriat atau anak, hendaklah ia mengamalkan membaca surah Fathihah sebagaimana kaedah peraturan seperti ini:

Hendaklah membaca Fathihah sebanyak 41 kali selam 40 hari dengan tidak putus-putus dan tidak kurang bilangannya.

Masanya ialah diantara Sunat Subih dan Fardhu Subuh.

Insyaallah ia akan mendapat zuriat yang salleh lagi baik.


FATIHAH DI ATAS KAPAS


Sesiapa membaca Fathihah 7 sebanyak 7 kali, kemudian diludahkan diatas sekeping kapas dan ditampalkan pada tempat yang luka atau kudis atau apa-apa sehaja penyakit kulit, akan bercantum lukanya dan sembuh kudisnya, dengan izin Allah


Fatihah - Untuk Bereskan Pekerjaan

Sesiapa yang melakukan pekerjaan dan hendak selesaikan pekerjaan itu dengan baik, bacalah Fathihah di tengah malam sebanyak 41 kali.

Insyaallah dimudahkan allah pekerjaannya dengan tidak mendapat suatu gangguan dan apa saja pekerjaanya dengan izin allah semuanya beres.


Fatihah - Penghilang Dahaga

Sesiapa yang berada dalam pelayaran atau perjalanan atau sesat maka takut ia dahaga atau lapar, hendaklah ia membaca Fathihah sekali diatas tapak tangannya, kemudian ditiupkan diatas tapak tangannya itu dan disapukan kemuka dan perutnya.

Insyaallah ia tidak akan merasa lapar atau dahaga pada hari itu.


Fatihah - Mengubat Sakit Telinga

Jika mengidap sakit telinga baru atau pun lama, hendaklah dituliskan Fathihah dalam satu bekas kemudian dihapuskan tulisan itu dengan minyak mawar dan titikkan kedalam telinga, insayaallah afiat.


Fatihah- Minyak Fatihah

Jika di bacakan 70 kali Fathihah kedalam minyak (apa saja jenis minyak) dan disimpan untuk persediaan bagi sakit-sakit angin, akhmar dan bagi menyegarkan tenaga dan urat. Juga bagi penyakit belakang dan pinggang. Insyaallah afiat apabila di gosokkan.


Fatihah Sebagai Penawar

Jika disengat binatang berbisa seperti lipan, kala atau ikan bersengat hendaklah diambil segelas air masuk kan sebutir garam jantan ( besar ) dalam air itu dan bacakan Fatihah sekali.

Kemudian di beri minum, Insyaallah akan hilang bisanya.


Adab-Adab berdoa

Ayat-ayat Al-Qur’an maupun Hadits Nabi banyak menyebutkan pentingnya doa dalam kehidupan kita, dan bagaimana hal itu seharusnya diamalkan. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan cara merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya, dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah itu amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al-A’raf: 55-56).

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Doa itu ibadah.” (HR Abu Daud & At-tirmidzi). Dalam hadits lain disebutkan, “Barang siapa dibukakan pintu doa, berarti pula telah dibukakan pula untuknya pintu rahmat. Dan tidak ada yang dimohonkan kepada Allah yang lebih disukainya selain dimohonkan ‘afiat. Suatu doa memberikan manfaat kepada apa yang telah diturunkan. Dan tidak ada yang dapat menolak ketetapan Tuhan kecuali doa. Karena itu berdoalah kamu sekalian”. (HR At-Tirmidzi).

Jika suatu doa telah dimohonkan dengan tata cara yang benar, ia pasti akan diterima, meskipun dengan penerimaan yang berbeda-beda . dalam suatu hadits disebutkan, “Setiap muslim di muka bumi yang memohon sesuatu kepada Allah, pasti permohonannya itu dikabulkan Allah, atau Allah akan menjauhkannya dari kejahatan, selama ia berdoa yang tidak membawa dosa atau memutuskan tali silaturrahmi,” (HR At-tirmidzi).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Tidak ada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah selain berdoa kepada-Nya ketika dalam keadaan lapang (tidak dalam keadaan sulit)”. (HR Al-Hakim). Hadits ini menekankan pentingnya berdoa dalam keadaan lapang, karena kebanyakan diantara kita hanya berdoa dalam keadaan sulit. Berdoa disaat sulit adalah wajar dan menjadi kebutuhan kita, tapi kita tak boleh lupa memohon kepadaNya dalam keadaan lapang. Hadits lain menyebutkan, “Doa itu senjata orang mu’min, tiang agama, serta cahaya langit dan bumi.”

Dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin, Imam Ghazali menjelaskan adab berdoa. Apabila seseorang ingin berdoa kepada Allah, hendaknya ia melakukannya dengan cermat dan memelihara adab berdoa sebagai berikut:

A. Pilihlah waktu yang baik dan mulia, seperti pada hari Arafah, bulan Ramadhan, hari jum’at, sepertiga terakhir dari waktu malam, dan pada waktu sahur.

B. Lakukanlah dalam keadaan khusus, seperti ketika bersujud dalam sholat, ketika berhadapan dengan musuh di medan perang, ketika turun hujan, sebelum menunaikan sholat dan sesudahnya, ketika jiwa sedang tenang dan bersih dari segala gangguan setan, dan ketika menghadap ka’bah.

C. Menghadaplah kearah kiblat

D. Rendahkanlah suara, antara terdengar dan tidak – oleh orang yang berada di sisi kita

E. Jangan bersajak, melainkan cukup dengan kata-kata biasa yang sederhana, sopan, dan tepat, mengenai sesuatu yang diperlukan. Tidak berarti kita tidak bolehberdoa dengan kata atau kalimat yang indah. Yang tidak diperbolehkan ialah dengan cara yang dibuat-buat sehingga mengesankan berlaku tidak pantas kepada Allah SWT. Amat baik jika kita memilih lafal doa yang diterima dari Rasulullah SAW, yang kandungannya sesuai dengan yang kita mohonkan.

F. Khusyu’lah dan tadharru’ dengan merasakan kebesaran Allah dan kekuasaanNya

G. Kukuhkan keyakinan bahwa doa kita akan diperkenankan oleh Allah, dan tidak merasa gelisah jika doa itu belum terkabul.

H. Ulang-ulangi doa itu dua-tiga kali. Sesuatu yang sangat kita dambakan akan lebih baik jika dibaca berulang-ulang dua-tiga kali

I. Pujilah Allah pada permulaan doa

J. Bertobatlah sebelum berdoa dan hadapkan diri dengan sesungguhnya kepada Allah.

Imam Nawawi berkata, ”Doa itu sebaiknya dimulai dengan kalimah tahmid (puji-pujian) dan disudahi dengan kalimat tahmid juga”. Sesudah itu membaca sholawat kepada nabi, sekurang-kurangnya Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallim (Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan berikanlah kesejahteraan kepada mereka).